UAS_SISTEMKEAMANANINFORMASI

 1. Tampilan no.1

    Pada tahap ini dilakukan proses pengujian aplikasi web yang telah berhasil diimplementasikan pada web server. Aplikasi diakses melalui browser menggunakan alamat localhost/jasa. Setelah halaman berhasil dibuka, sistem menampilkan halaman login yang digunakan sebagai akses awal pengguna sebelum masuk ke dalam aplikasi. Pada halaman login terdapat form input username dan password. Pengguna memasukkan data akun yang sudah tersedia, kemudian menekan tombol login untuk melakukan proses autentikasi. Sistem kemudian melakukan pengecekan data login dengan database. Jika username dan password sesuai dengan data yang tersimpan, maka pengguna dapat masuk ke halaman utama atau dashboard aplikasi. Proses ini bertujuan untuk memastikan aplikasi web dan koneksi database sudah berjalan dengan baik.


2. Tampilan No.2 

    Pada tahap ini dilakukan proses konfigurasi penyimpanan tambahan pada Windows Server menggunakan fitur Disk Management. Proses ini bertujuan untuk membuat dan mengatur virtual drive sebagai media penyimpanan tambahan pada server. Pada tampilan Disk Management terlihat terdapat beberapa drive yang sudah terdeteksi oleh sistem. Drive tambahan kemudian dilakukan pengecekan untuk memastikan kapasitas, jenis file system, serta status penyimpanan dalam kondisi normal. Setelah virtual drive berhasil dibuat, dilakukan proses pengaturan partisi dan format menggunakan sistem file NTFS. Penggunaan NTFS bertujuan agar penyimpanan memiliki fitur keamanan seperti pengaturan hak akses terhadap file dan folder. Hasil konfigurasi menunjukkan bahwa drive tambahan berhasil terbaca oleh sistem dan dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan data pada Windows Server. 


3. Tampilan No.3 
    Pada tahap ini dilakukan proses pengamanan data login pada database dengan menerapkan enkripsi password menggunakan algoritma MD5. Proses dilakukan melalui phpMyAdmin dengan menjalankan query SQL untuk mengubah password yang sebelumnya masih dalam bentuk teks menjadi kode enkripsi. Pada gambar terlihat proses perubahan data password menggunakan fungsi MD5 pada tabel user. Query yang dijalankan akan mengenkripsi password pengguna dan menyimpan hasil enkripsi tersebut ke dalam database. Setelah proses berhasil dilakukan, password pada database sudah berubah menjadi bentuk hash atau kode acak sehingga data password tidak dapat dibaca secara langsung. Penerapan enkripsi ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan sistem login dan melindungi data pengguna dari akses yang tidak berwenang.


4. Tampilan No.4 
    Pada tahap ini dilakukan pengujian halaman login aplikasi yang telah berhasil dijalankan melalui web server. Halaman login digunakan sebagai akses awal sebelum pengguna masuk ke dalam sistem. Pengguna diminta untuk memasukkan username dan password yang sudah terdaftar pada database. Setelah data login dimasukkan, sistem akan melakukan proses verifikasi dengan mencocokkan data yang ada pada database. Jika username dan password sesuai, maka pengguna berhasil masuk ke dalam aplikasi dan diarahkan menuju halaman utama atau dashboard.


    Setelah proses login berhasil dilakukan, pengguna akan diarahkan ke halaman dashboard aplikasi. Pada halaman ini terdapat informasi mengenai pengguna yang berhasil masuk, seperti nama pengguna dan level akses sebagai Admin. Selain itu, tersedia beberapa menu navigasi seperti Beranda, Transaksi, Laporan, dan Data Master yang dapat digunakan untuk mengelola fitur-fitur yang tersedia pada aplikasi. Tampilan dashboard ini menunjukkan bahwa proses autentikasi login berhasil dan aplikasi dapat digunakan sesuai dengan hak akses pengguna.



5. Tampilan No.5
    Pada tahap ini dilakukan pengecekan konfigurasi MySQL melalui Command Prompt pada sistem Windows. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa layanan database MySQL sudah terpasang dan dapat dijalankan dengan baik pada komputer. Pengecekan dilakukan menggunakan perintah mysql --version untuk melihat versi MySQL yang digunakan. Selain itu, digunakan juga perintah where mysql untuk mengetahui lokasi instalasi file MySQL pada sistem. Berdasarkan hasil pengecekan, MySQL berhasil terdeteksi dan lokasi instalasi berhasil ditemukan. Hal ini menunjukkan bahwa database server sudah siap digunakan untuk mendukung aplikasi web yang telah dibuat.







Komentar